Judul
Stay Close, Don’t Go
Author
Dewifahm
Cast
Seohyun, Kyuhyun, etc.
Genre
Sad, Romance
Type
Oneshoot
~*~
Note : Beberapa kalimat aku ambil dari novel yang aku jadiin
inspirasi di fiction ini. Semoga kalian suka sama ceritanya, selamat membaca
wiresdeul ^^
~*~
Dentuman musik khas DJ berseru meriah disebuah club malam.
Lampu-lampu bergemerlap ke seluruh sudut ruangan. Perpaduan berbagai bau-bauan
dan asap rokok juga memenuhi club malam itu. Sesuai ritmis yang menggoda,
orang-orang menggerakkan tubuh dilantai dansa, melebur dalam kerasnya musik.
Berbeda jauh dengan sosok gadis yang kini tengah duduk
didepan meja bar sambil memainkan gelasnya yang hampir kosong. Wajahnya tampak
menyiratkan luka. Tak ada senyum manis, hanya sebuah pandangan kosong namun
terbeban dengan sekelumit kenangan yang memenuhi pikirannya.
“Seohyun-ah, maaf aku
terlambat..” gadis itu menoleh, memandang datar sosok tegap yang kini berada di
sebelahnya.
Orang itu mengambil tempat disebelah Seohyun, tak lupa
memesan segelas minuman favoritnya. Lalu menghadapkan kembali tubuhnya ke arah
gadis itu.
“Kenapa hidup ini begitu lucu, Minho-ah..” ucap Seohyun
tanpa menoleh pada sahabatnya.
“Disaat aku mulai bisa membuka hati pada sosok baru, mengapa
semua menjadi semakin meragukan? Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan
sekarang..”
“Aku takut kembali mencintai orang yang salah, Minho-ah. Aku
tidak ingin semua berakhir seperti dulu..”
Seohyun mencoba mengeluarkan semua uneg-unegnya pada sang
sahabat. Gadis itu tak bisa lagi menahan airmata yang jatuh membasahi pipi
chubbynya. Sedangkan Minho menghembuskan nafas lelahnya, ia tidak habis pikir
dengan jalan pikiran gadis ini.
“Jadi intinya, kau masih mencintai bajingan itu dan kau kini
trauma dengan masa lalumu? Kau takut kekasihmu saat ini akan berbuat sama
seperti Donghae hyung? Setelah mendapatkan semuanya dari mu, ia lebih memilih untuk
meninggalkan dan menikah dengan gadis pilihan orang tuanya?!” ucap Minho
sedikit menahan emosinya.
“Kau tahu, Seohyun-ah?”
“Tuhan sangat menyayangi umatnya, begitu juga dengan mu.
Donghae hyung sudah bahagia dengan keluarga kecilnya saat ini, dan kau? Dia
ingin kau juga bisa merasakan kebahagiaan itu, Seohyun-ah. Maka dari itu Tuhan
mengirimkan Kyuhyun hyung untuk mu..”
“Aku sangat yakin Tuhan mempercayakan Kyuhyun hyung untuk
membangun harapan mu yang kandas itu, dan mambawa mu pada keadaan yang lebih
baik..”
“Sebagai adiknya, aku tahu seberapa besar Kyuhyun hyung
mencintai mu, seberapa tulusnya ia ingin membahagiakan mu.. dan seberapa kuat
harapannya menginginkan mu menjadi sandaran hidupnya, begitu juga dirinya yang
bisa menjadi sandaran hidupmu..”
Minho segera meneguk habis minumannya, lalu beranjak menuju
lantai dansa. Membiarkan Seohyun menikmati waktu sendiri, sembari memikirkan
ulang perkataannya. Semoga setelah ini gadis itu akan mengubah keputusannya. Ia
tidak bisa melihat sahabat tercintanya selalu terpuruk dengan kenangan
masalalu, karena baginya masalalu biarlah berlalu..
~*~
Seohyun membawa tubuhnya ke toilet. Agaknya ia perlu menata
penampilannya sebelum beranjak pulang ke apartemennya. Saat tengah berjalan
sendirian dilorong sepi itu, sebuah tangan menggenggam erat lengannya, membuat
kepalanya menoleh kebelakang.
‘Ya Tuhan..’
Hatinya mencelos seketika, laki-laki yang saat ini ingin ia hindari
kini tengah berhadapan dengannya. Seohyun mencengram kuat tas yang berada
digenggamannya, tangannya berontak mencoba untuk melepaskannya dari cengkraman
laki-laki itu.
“Kyuhyun oppa.. aku mohon lepaskan..” Seohyun memohon pada
laki-laki yang ia sebut Kyuhyun itu. Namun nihil, Kyuhyun malah semakin kuat
menahannya.
“Seohyun-ah, aku hanya..” kata-kata Kyuhyun terpotong ketika
dengan sekuat tenaga Seohyun berhasil melepaskan cengkraman itu. Tidak, bukan
karena Seohyun yang terlalu kuat, hanya saja laki-laki itu merasa bersalah dan
mengendurkan cengkramannya pada gadis itu. Melihat sang gadis kesakitan,
membuatnya memilih untuk mengalah.
“Apa kau tidak mengerti kata-kata ku tempo hari? Kita tidak
perlu bertemu lagi, semuanya sudah selesai..” ucap Seohyun sambil memandang
tajam raut wajah Kyuhyun yang terlihat sedih.
“Tapi diantara kau dan aku masih belum selesai, Seohyun..”
Kyuhyun mengambil nafas dalam sebelum kembali melanjutkan
ucapannya. “Aku tidak ingin kau terjebak dalam masalalu. Yang sudah berlalu,
tidak ada yang bisa kau rubah. Aku tulus dengan mu, Seohyun-ah.. Aku mencintai
mu apa adanya, aku ingin kau..”
“Cukup..” Seohyun kembali memotong ucapan Kyuhyun.
“Jangan mengambil keputusan sembarangan, oppa. Kau tidak
harus seperti ini untuk peduli kepada ku. Kita tidak pernah tahu apa yang akan
terjadi nanti, dan aku tahu kau sendiri masih belum terlalu yakin dengan
keputusan mu ini. Aku hanya tidak mau kau akan menyesal nanti..” dengan lembut
Seohyun mengucapkan sebuah alasan yang menjadi pertimbangannya. Sudah jelaskah
jika ia hanya tidak ingin semuanya berakhir sama, sia-sia.
Kyuhyun tersenyum miris mengetahui alasan klasik Seohyun.
Apa ketulusannya selama ini tidak bisa membuat gadis ini mengerti jika ia tidak
pernah main-main dengan sebuah komitmen? Saat ini bukanlah sebuah romansa cinta
monyet, keseriusannya sungguh tulus dan murni karena ia mencintai Seohyun.
“Apa kau pikir aku ini anak kecil yang gampang mengambil
keputusan? Tidak, Seohyun. Aku sudah memikirkan semuanya, termasuk keinginan ku
untuk mengikat mu, menjadikan mu sebagai seorang pendamping hidupku.. Aku
mencintai mu, Seohyun..”
Entah untuk keberapa kalinya Kyuhyun mengucapkan kata itu.
Namun tetap saja, Seohyun tetap berpegang teguh pada keputusannya. Jika saja
Seohyun bukanlah seorang yang berhati keras, mungkin gadis itu sudah memeluk
tubuh jangkung itu, menangis dan percaya dengan semua yang laki-laki itu
ucapkan.
“Maafkan aku, Kyuhyun oppa..” ucap Seohyun lembut, lalu beranjak
dan memilih untuk segera pergi dari hadapan Kyuhyun.
~*~
Seohyun tengah termenung dibawah naungan halte dekat
kampusnya. Pandangannya lurus menatap jalanan yang basah karena rintikan
gerimis menyelimuti malam di sudut kota Seoul ini. Sudah berlalu dua hari sejak
kejadian di klub malam itu, namun pikirannya seolah terbagi dengan semua
perkataan Kyuhyun dan tatapan sendu laki-laki itu yang terus menghantui
pikirannya.
Suara deru sepeda motor dan lampu yang berpijar dari
kejauhan membuat Seohyun tersadar dari lamunannya. Tampak sosok yang sudah
sangat dikenalinya tengah memamerkan senyumnya yang Seohyun akui, sangat
mempesona. Tetapi dalam sekejap pemikiran itu sirna, kembali ia yakinkan pada
dirinya untuk tidak kembali terpesona dengan senyum aneh itu.
Apa yang sebenarnya
diinginkan laki-laki itu? Apa dia masih belum menerima keputusannya?
Dada Seohyun kini dipenuhi perasaan takut dan cemas
memandang Kyuhyun yang mendekat kearahnya. Kyuhyun membuka jaket dan
menyampirkannya dibahu Seohyun. Laki-laki itu tersenyum hangat memandang wajah
sang gadis, walau gadis itu kini tengah menatapnya tajam.
“Kenapa masih betah disini? Ini sudah malam, Seohyun. Tidak
baik anak gadis berdiam diri dihalte seperti ini. Kau bisa masuk angin jika
harus berlama-lama menunggu seseorang datang untuk menjemput mu..”
Suasana kembali hening, Kyuhyun tidak berkeinginan untuk
melanjutkan ucapannya. Sepertinya ia merindukan saat-saat seperti ini. Duduk
berdua dengan Seohyun.
“Apa kau baru pulang lembur?” ucap Seohyun setelah mengamati
jika Kyuhyun masih memakai pakaian kantornya.
Apa boleh Kyuhyun merasa senang saat ini? Setidaknya gadis
disebelahnya ini masih mau memperhatikannya. “Tidak juga, bibi ku membuka
sebuah restoran tak jauh dari sini. Aku baru saja membantunya”
Mengingat kembali bagaimana sedihnya laki-laki ini sejak dua
hari lalu, membuat Seohyun berkeinginan untuk meminta maaf atas ucapannya
kemarin. Tidak seharusnya ia berkata kasar seperti itu pada Kyuhyun yang sudah
berusaha membuatnya sedikit melupakan masalalunya.
“Maafkan aku,..”
“Aku hanya tidak ingin mempermainkan perasaan tulus mu itu,
oppa.. aku takut tidak bisa membalas cinta mu seutuhnya..”
“Begitukah? Lalu apa arti ciuman waktu itu? Apa artinya
kebersamaan kita selama ini?” lirih Kyuhyun dalam keheningan. Gadis itu
mendengarnya, sangat jelas!
Jantung Seohyun mencelos seketika saat Kyuhyun menyinggung
tentang kesalahan kecilnya. Kesalahan yang sudah terlanjur ia lakukan,
membuatnya tak bisa mengelak dari kenyataan. Bayangan ciuman waktu itu kembali
hadir. Seohyun benar-benar meruntuki kejadian itu.
~*~
Kyuhyun memainkan sebuah nada dengan petikan lembut gitarnya. Semilir
angin yang berhembus, menggetarkan ranting pepohonan, bergemersik dengan
dedaunan rimbun. Bukit ini memang tampak indah dikelilingi pemandangan
gedung-gedung pencakar langit kota Seoul. Tanpa sadar, Seohyun mulai merebahkan
kepalanya dibahu Kyuhyun. Mencoba menikmati suara Kyuhyun yang terasa menyatu
dengan suasana. Begitu merdu dan hangat.
Kyuhyun mengentikan permainan musiknya. Laki-laki itu mengusap lembut
rambut Seohyun, lalu ikut menyandarkan kepalanya diatas kepala gadis itu.
Tangannya meraih jemari Seohyun, menggenggamnya senyaman mungkin. Seohyun tetap
diam dan tersenyum, membiarkan jemari itu masuk diantara sela-sela jarinya.
Detik demi detik mereka lalui dengan perasaan nyaman yang masing-masing
rasakan saat ini. Seohyun mulai mengangkat kepalanya, begitu juga dengan
Kyuhyun.
“Tetaplah tersenyum manis seperti ini, Seohyun-ah. Apa kau tidak lelah
harus berpura-pura bahagia?”
“Aku sudah bahagia sesuai takarannya, oppa. Lagi pula, aku bahagia atau
tidak juga tidak akan ada yang peduli..” jawab Seohyun santai seolah tengah
menyindir Kyuhyun.
“Nde?? Dasar kau..” Kyuhyun yang kesal dengan ucapan Seohyun segera
mengapit kepala gadis itu, memitingnya lembut yang malah membuat Seohyun sukses
tertawa kegelian memohon ampun pada laki-laki ini.
“Hahaha.. ampun, oppa. Lepaskan aku, tolongg!!!! Ada penyiksaan gadis
dibawah umurr!!! Hey, aku masih ingin hiduppp.. Kyuhyunnn oppaaaa!!! Hahaha..”
Mereka tertawa bersama, hingga masing-masing merasa lelah. Keheningan
kembali menyelimuti mereka berdua. Kyuhyun menatap lembut wajah Seohyun, entah
mengapa ia begitu mengagumi wajah cantik
itu.
Perlahan Kyuhyun menyentuh dagu Seohyun dan menarik lembut wajahnya
untuk mendekat. Bibir mereka bertemu, laki-laki itu menciumnya begitu lembut
seperti kapas dan sangat perlahan. Seohyun menikmati tu, ia memejamkan matanya
seolah tergoda untuk selalu membalas lumatan-lumatan manis bibir tipis Kyuhyun.
“You mean so much to me.. Saranghae Seohyun-ahh..” ucap Kyuhyun disela
ciuman lembutnya. Kyuhyun menundukkan wajahnya, mendarati bibirnya disepanjang
leher Seohyun. Erangan lembut keluar dari bibirnya.
~*~
Seohyun kembali memejamkan matanya, mencoba menguatkan diri
untuk berterus terang pada Kyuhyun. “Maafkan aku, oppa. Aku hanya tidak ingin
memberimu cinta yang dangkal, dan pada akhirnya malah membuatmu sakit hati..”
Walau sedikit kecewa, tetapi Kyuhyun patut bersyukur dengan
pernyataan Seohyun barusan. Ia merasakan jika gadis itu juga mencintainya, dan
Kyuhyun sadar semua itu hanya butuh waktu.
Hawa malam semakin dingin, Kyuhyun menggosok-gosokkan
telapak tangannya. Diraihnya sebelah tangan Seohyun, ia genggam lembut tangan
itu seolah menyalurkan kehangatan dari kedua tanggannya. “Apa yang kau rasakan?”
“Hangat..”
“Apa kehangatan itu langsung terasa?” Seohyun menggelengkan
kepalanya, wajah polosnya menatap bingung dengan tindakan Kyuhyun.
Kyuhyun menggenggam tangan itu semakin erat. Ia tersenyum
saat Seohyun kembali menatapnya aneh. “Begitu juga dengan perasaan kita,
Seohyun-ah. Kalau kita jalani secara perlahan, semua pasti bisa kita nikmati.
Semakin kita terburu-buru, semakin cepat pula hilangnya perasaan itu..”
Seohyun semakin tersenyum mendengar penuturan Kyuhyun.
Laki-laki ini memang memiliki segudang kata yang dapat membuatnya merasa
tenang.
“Kenapa kau memilih ku, Kyuhyun oppa? Ada banyak gadis yang
lebih baik dari ku, yang mungkin bisa sepenuhnya mencintai mu..”
Kyuhyun hanya tersenyum mendengar pertanyaan Seohyun. Ia
mengambil nafas dalam sebelum melanjutkan penjelasannya pada gadis ini.
“Alasannya karena Tuhan menginginkan itu. Tuhan menginginkan
dirimu lah yang menjadi pilihan hatiku. Dia punya banyak rencana, Seohyun-ah..
dan aku yakin, Kau dan Aku ada diantara banyak rencana-Nya..”
“Seohyun-ah, menikahlah dengan ku..”
Mata indah Seohyun sudah tidak dapat menahannya lagi, air
mata itu jatuh.. sejatuh perasaannya mendengar semua ucapan tersebut.
Dilingkarkannya kedua tangannya memeluk tubuh jangkung itu. Begitu juga dengan
Kyuhyun yang membalas pelukan gadisnya. Tidak ada dusta, sungguh. Semua yang ia
ucapkan adalah sebuah ketulusan untuk cintanya.
Haruskah Seohyun kembali menolak permintaan tulus dari
Kyuhyun? Mendengar ucapan Kyuhyun membuatnya kembali memiliki harapan.
“Kyuhyun oppa.. aku percaya padamu..”
Kyuhyun melepaskan pelukannya, ia terkejut saat mengetahui
Seohyun menangis sesenggukan. Padahal, jika boleh jujur, kemeja yang ia pakai
saat ini adalah pinjaman dari bosnya, kemejanya tadi pagi kotor karena cipratan(?)
lumpur dijalan.
“Cup..cup..jangan menangis, kita masih berada di halte,
sayang.. Ayo, sebaiknya aku mengantarkan mu pulang”
Seohyun hanya memukul pelan pundak Kyuhyun. Tanpa membantah
ia beranjak dari halte dan naik ke motor Kyuhyun. Baik Kyuhyun maupun Seohyun
tengah berusaha menenangkan debaran jantungnya. Kyuhyun menggenggam tangan
Seohyun yang melingkari perutnya. Seohyun tersenyum dan semakin mengeratkan
pelukannya. Kyuhyun membuatnya kembali merasa dicintai. Dan ia tidak
mengharapkan lebih dari ini.
-END-